28 August 2018

Review Superpsring Dashcam SD172, Gak Perlu Berdebat Lagi

Dulu:

"Anda yang tabrak saya, Anda yang harus ganti rugi!""Tapi, tapi....."

Sekarang:

"Anda yang tabrak saya, Anda yang harus ganti rugi!"
"Tunggu dulu, saya punya rekamannya. Kita lihat siapa yang salah."

Situasi ini sering terjadi di jalanan. Saling menuduh siapa yang salah. Kini cegah hal ini dengan menggunakan Superpsring Dashcam SD172, sebuah gawai terbaru dari Superspring yang diperuntukkan melakukan perekaman saat berkendara. Dengan adanya rekaman video, diharapkan kita tidak perlu berdebat lagi siapa yang salah saat terjadi kecelakaan di jalan.

16 July 2018

Review IPCAM Outdoor Superspring SIP210, CCTV Tangguh Tahan Air Budget Ringan



Superspring yang sudah kita review sebelumnya dengan IPCAM indoor seri SIP110 ternyata punya saudara kembar yaitu seri outdoor dengan kode SIP210. Yang membedakan kedua seri ini hanya kebutuhan pengguna apakah ingin ditempatkan diluar rumah atau di dalam rumah. Jika dibutuhkan di dalam rumah/toko maka beli seri SIP110 dan jika kamera perlu ditempatkan diluar rumah/toko dimana terpapar sinar matahari ataupun hujan, maka gunakan seri outdoor SIP210.


Baik SIP110 dan SIP210 dikeluarkan oleh 1 pabrik yang sama, sehingga bisa menggunakan software yang sama untuk pemantauan. Perlu Anda ketahui bahwa Superspring juga mempunyai dua produk IPCAM dari pabrikan berbeda yaitu seri IP410 dan IP550 yang pernah kita ulas juga. Karena seri IP dan SIP berbeda pabriknya, maka software tidak sama. Bagi Anda yang mempunyai seri IP410/550, perlu mendownload apk/app yang berbeda.Buat pengguna baru, perlu diketahui semua produk superpsring bergaransi dengan klaim garansi mudah hanya cukup bawa IPCAM ke SSC (Superspring Center) terdekat yang tersebar se-Indonesia dan langsung akan dibantu proses service atau pergantian jika unit tidak dapat diservis lagi. Luar biasa kan?

17 June 2018

Review IPCAM Superspring SIP 110, IPCAM Budget Dengan Fitur Mewah


Superspring yang kita kenal dengan produk IPCAM IP410 dan IP550, kini meluncurkan produk terbarunya yaitu SIP110. Lantas pertanyaan pertama tentunya apakah ini produk update terbaru atau pengganti? Ternyata SIP110 ini adalah produk yang berbeda, tidak sama dengan seri sebelumnya. Terbukti dengan software yang digunakan oleh SIP110 berbeda dengan softwarenya IP410/550. IP410/550 menggunakan apk yang sama tapi tidak untuk SIP110.

Apakah ini menjadi pengganti seri lama? Tidak juga. Karena harganya yang separoh dari seri IP410, SIP110 lebih cocok untuk dijadikan entry level, untuk mereka yang ingin IPCAM harga miring dengan fitur cukup.

Apa saja sih fitur yang ditawarkan oleh SIP110 ini?

20 September 2017

Hasil "Nabung Saham" Setelah 3 Tahun, Apakah Seindah Janjinya?

Artikel ini dibuat dari penantian selama 3 tahun atau 36 bulan.
Pada bulan September tahun 2014 tepat 3 tahun lalu saya memutuskan mencoba menabung di saham lebih tepatnya reksadana yang mengalokasikan dana nasabah di sektor saham.

Mengapa saya memilh reksadana saham?
Karena saya gaptek soal saham.

Pada awalnya saya pergi ke salah satu bank swasta yaitu BII Maybank, waktu itu namanya masih ada BII dan saya mengantri di CS (Customer Service) untuk menanyakan soal reksadana.


Dan saya diterangkan bahwa mereka mempunyai produk namanya RIKA (Rencana Investasi Berkala), dan karena namanya berkala maka tiap bulan pihak Bank akan mendebet rekening kita sejumlah nilai tertentu dan selama periode tertentu atau tak terhingga waktunya.

Oke, saya setuju dan saya mencoba belajar menabung dengan menyisihkan uang sebesar Rp2jt/bulan. Dengan kata lain pihak Bank akan mendebet uang kita lalu dibelikan produk reksadana. Lalu saya tanya ada produk reksadana apa saja nih? Saya dikasih tabel seperti ini:


Wah banyak ya produknya, pilih yang mana nih? Karena dari awal saya sudah yakin untuk mencoba saham maka saya memilih produk yang di bagian saham. Eh, masih juga ada 14 produk yang harus kupilih, yang mana dong?!
Karena nomor 13 nomor keberuntungan ya udah saya pilih produk "Schroder 90 Plus". Kemudian pihak bank meminta saya menandatangani berkas-berkas pembukaan rekening reksadana lalu saya pun menyetor Rp2.020.000. Loh kok ada Rp20.000?

Rupanya pihak Bank mematok biaya pembelian sebesar 1%, sehingga Rp2jt dikali 1% maka saya harus setor tiap bulannya Rp2.020.000. Wah ini sudah rugi ya di awal, kita setor Rp2.020.000 tapi hanya Rp2jt yang dibelikan reksadana. Ya udah tidak masalah karena katanya hasilnya nanti akan kembali, benarkah???

Lalu, saya coba melihat ke website Schroder dan sedikit mempelajari, ternyata produk ini ada spesifikasinya, waduh kayak ponsel aja nih. Dimana spesifikasinya adalah uang yang kita investasikan akan dibelikan beberapa instrumen sebagai berikut:
90-100% : Dana akan diputar di saham
0-10%: Dana akan diputar di pasar uang

Untuk saham akan diputarkan di saham perusahaan:
Astra, Bank Mandiri, BCA, Telkom dan Unilever.

Kelihatannya cukup aman ya? Oke lah saya pun melakukan kegiatan investasi bulanan selama 3 tahun ini. Dan untuk itulah biaya 1% itu dibayarkan, nanti pihak reksadana akan mengatur pembelian dan penjualan saham tanpa perlu kita terlibat. Yang mengatur uang kita disebut Manajer Investasi (MI).

Dan waktu saya memulainya adalah tanggal 5 sehingga setiap tanggal 5 uang saya akan didebet oleh pihak Bank. Dan karena nilai reksadana alias NAB (Nilai Aktiva Bersih) dibeli tanggal 5 maka nilai yang dipakai adalah nilai NAB tanggal 4.

Dan ini tabelnya:

Tanggal   Uang          Invest Biaya 1%    Nilai         NAB     Unit
05/09/20142,000,00020,0001,791.731,116.24
05/10/20142,000,00020,0001,686.671,185.77
05/11/20142,000,00020,0001,751.011,142.20
05/12/20142,000,00020,0001,815.191,101.81
05/01/20152,000,00020,0001,861.101,074.63
05/02/20152,000,00020,0001,919.281,042.06
05/03/20152,000,00020,0001,945.681,027.92
05/04/20152,000,00020,0001,975.671,012.31
05/05/20152,000,00020,0001,882.191,062.59
05/06/20152,000,00020,0001,864.311,072.78
05/07/20152,000,00020,0001,811.511,104.05
05/08/20152,000,00020,0001,724.271,159.91
05/09/20152,000,00020,0001,615.711,237.85
05/10/20152,000,00020,0001,517.841,317.66
05/11/20152,000,00020,0001,716.911,164.88
05/12/20152,000,00020,0001,687.161,185.42
05/01/20162,000,00020,0001,706.961,171.67
05/02/20162,000,00020,0001,765.481,132.84
05/03/20162,000,00020,0001,834.541,090.19
05/04/20162,000,00020,0001,837.111,088.67
05/05/20162,000,00020,0001,819.441,099.24
05/06/20162,000,00020,0001,840.301,086.78
05/07/20162,000,00020,0001,880.361,063.63
05/08/20162,000,00020,0002,031.65984.42
05/09/20162,000,00020,0002,037.51981.59
05/10/20162,000,00020,0002,081.40960.89
05/11/20162,000,00020,0002,008.58995.73
05/12/20162,000,00020,0001,925.721,038.57
05/01/20172,000,00020,0001,951.841,024.67
05/02/20172,000,00020,0001,957.601,021.66
05/03/20172,000,00020,0001,959.111,020.87
05/04/20172,000,00020,0002,041.01979.91
05/05/20172,000,00020,0002,047.82976.65
05/06/20172,000,00020,0002,078.49962.24
05/07/20172,000,00020,0002,124.76941.28
05/08/20172,000,00020,0002,038.29981.21
05/09/20172,000,00020,0002,065.82968.14
74,000,000740,00039,578.95

Tampak di tabel bahwa selama 36 bulan ini, saya sudah mengumpulkan unit sebanyak 39rban. Dan jika saya kalikan 39578.95 dengan nilai NAB per hari ini yaitu 2084 maka uang riil saya adalah Rp82jt.

Dengan ini artinya saya mempunyai keuntungan investasi sebesar:
Rp82jt - Rp74jt - Rp740rb = Rp7.260.000

Dan menurut kalkulator investasi dari BCA, ini setara dengan 8.3% per tahun:

Jadi, apakah investasi dengan cara "nabung saham" dengan instrumen reksadana ini menarik? Anda yang menilai sendiri.

Bagaimana jika seandainya Anda tidak nabung saham melainkan hanya taruh di tabungan biasa dengan cara sama yaitu nabung Rp2jt per bulan selama 36 bulan? Maka hasilnya:


Bunga tabungan 1% hanya akan memberikan Anda nilai akhir Rp73jt. Artinya dengan nabung saham memberikan selisih hampir Rp9jt.

Ada yang menarik juga, bagaimana jika pada tanggal 5 September 2014, saya masukkan semua uang saya di reksadana yaitu Rp74jt. Maka hasilnya:

Rp74jt bagi 1.791 = 41.317 unit, dimana ini untuk nilai hari ini menjadi

41.317 unit kali 2.084 = Rp86jt (dikurangi biaya 1% lagi ya), masih Rp85jt.

Menarik kan, keputusan yang kita buat 3 tahun lalu bisa berbeda nilainya.

Jadi apa yang saya pelajari?

1. Anda tidak perlu repot memilih bank karena hampir semua bank lokal mempunyai produk seperti yang ada di Maybank. Silakan Anda menanyakan ke Bank Anda saja.

2. Bagaimana jika ada 1 bulan Anda tak mampu setor? Tidak ada masalah, tidak ada pendebetan saja, tidak ada penalti, dan di bulan Anda sedang "bokek" itu Anda tidak melakukan investasi. Bulan depan akan didebet lagi jika ada dananya di tabungan Anda.

3. Biaya fee ternyata bervariatif. Bisa 0% hingga 2%. Iya 0%. Anda bisa mendapatkan bebas fee jika Anda menabungnya di sekuritas, salah satunya sekuritas Sinarmas. Hal yang perlu dilakukan sama saja, yaitu ke kantor sekuritas terdekat, tanyakan produk mereka yang bebas biaya kemudian buka akun, bebas biaya juga, paling hanya ganti biaya materai saja.

4. Jangan tamak, jangan judi, jangan tunda. Contoh diatas tampak pembelian awal besar lebih menguntungkan, tapi ingat jangan tamak karena Anda jadi tidak konsisten. Jangan judi artinya jangan langsung "nabung saham" jika belum faham mengenai saham lebih baik gunakan instrumen reksadana sehingga kemungkinan "berjudi" lebih kecil. Dan terakhir jangan tunda karena menunda bisa mempengaruhi nilai masa depan. Saya yang sudah mulai 3 tahun lalu sudah melihat hasil.

5. Ini hanya berandai, jika peningkatan unit begitu terus anggap 8% dan saya bisa konsisten nabung Rp2jt selama 20 tahun maka uang "nabung saham" ini menjadi Rp1.1M. Dengan cara sama jika ditabung pada tabungan hasilnya adalah Rp531jt. Nah masih mau menunda?


6. Apa yang terjadi misal saya tidak melakukan pembelian reksadana saham melainkan membeli saham murni? Dan saham yang saya pilih adalah saham telkom:

TanggalUang InvestBiaya 0.35%Open priceUnit
05/09/20142,000,0007,0002,730.00732.60
05/10/20142,000,0007,0002,760.00724.64
05/11/20142,000,0007,0002,740.00729.93
05/12/20142,000,0007,0002,845.00702.99
05/01/20152,000,0007,0002,860.00699.30
05/02/20152,000,0007,0002,845.00702.99
05/03/20152,000,0007,0002,910.00687.29
05/04/20152,000,0007,0002,835.00705.47
05/05/20152,000,0007,0002,765.00723.33
05/06/20152,000,0007,0002,825.00707.96
05/07/20152,000,0007,0002,930.00682.59
05/08/20152,000,0007,0002,875.00695.65
05/09/20152,000,0007,0002,800.00714.29
05/10/20152,000,0007,0002,620.00763.36
05/11/20152,000,0007,0002,730.00732.60
05/12/20152,000,0007,0003,035.00658.98
05/01/20162,000,0007,0003,140.00636.94
05/02/20162,000,0007,0003,350.00597.01
05/03/20162,000,0007,0003,430.00583.09
05/04/20162,000,0007,0003,380.00591.72
05/05/20162,000,0007,0003,440.00581.40
05/06/20162,000,0007,0003,770.00530.50
05/07/20162,000,0007,0003,980.00502.51
05/08/20162,000,0007,0004,320.00462.96
05/09/20162,000,0007,0004,200.00476.19
05/10/20162,000,0007,0004,360.00458.72
05/11/20162,000,0007,0004,150.00481.93
05/12/20162,000,0007,0003,910.00511.51
05/01/20172,000,0007,0003,950.00506.33
05/02/20172,000,0007,0003,950.00506.33
05/03/20172,000,0007,0003,830.00522.19
05/04/20172,000,0007,0004,250.00470.59
05/05/20172,000,0007,0004,370.00457.67
05/06/20172,000,0007,0004,380.00456.62
05/07/20172,000,0007,0004,590.00435.73
05/08/20172,000,0007,0004,700.00425.53
05/09/20172,000,0007,0004,680.00427.35
74,000,000259,00021,986.78

Sehingga hasilnya adalah 21.986 kali 4710 harga saham telkom hari ini menghasilkan Rp103.554.060. 
Dan setelah dikurangi uang investasi dan biaya maka:

Rp103.554.060 - Rp74.000.000 - Rp259.000 = Rp29.295.060

Ini artinya setara keuntungan investasi 22.5% per bulan


Namun harus diingat pembelian saham tidak seperti pembelian reksadana, tabel diatas hanya ilustrasi seandainya saham bisa dibeli dengan nilai rupiah seadanya. Padahal kenyataannya saham hanya bisa dibeli dengan cara per lot (100 lembar), yakni sekali beli harus kali 100. 
Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah Anda yang mengatur pembelian saham sendiri, dan ini bisa dilakukan setelah pembukaan rekening di sekuritas. Berbeda dengan reksadana yang bisa auto debet, pembelian saham tidak bisa, Anda harus belajar untuk hal jual beli di saham. Dan ini menurut saya tidak sulit seperti belanja online saja kok :) Tiap sekuritas memberikan pelatihan gratis cara jual beli saham setelah Anda membuka akun, jadi tidak ada hal yang perlu ditakuti.

Oya tahukah Anda jika saham Telkom diasumsikan bisa tumbuh 22.5% seperti 3 tahun belakangan ini, dan Anda melakukan tabung saham selama 20 tahun, berapakah hasilnya? Hasil di tahun 20 adalah Rp9.3M. Wow saja atau wow banget?

Daftar sekuritas di Indonesia:

My other posts:

11 July 2017

Review Ponsel Axioo Titan, Kuatkah Dilindas Mobil

Gak salah tulis, dilindas mobil? Iya, kali ini Axioo meluncurkan produk cukup perkasa dikasih nama Axioo Titan. Nama Titan ada 2 artinya yang pertama adalah nama dewa Yunani dan mereka menguasai alam semesta sebelum diambil alih Olympian. Dan yang kedua adalah nama satelit terbesar di planet Saturnus dimana bulan Titan mempunyai tingkat atmosfer yang padat. Axioo Titan sepertinya lebih mengarahkan ke jenis bulan daripada nama dewa.
Saat pertama Anda melihat hape ini pasti kaget dengan bentuknya tidak biasa, terasa kekar dan mengingatkan pada tubuh binaragawan. Dan di kotaknya sendiri tertulis 3 kata yang cukup menantang yaitu Heavy Duty, Waterproof dan Drop proof. Meski demikian Axioo tidak menuliskan tingkat ketahanan seperti IP68 atau IPX7 dan

08 July 2017

Axioo Venge 2 Versus DSLR, Voting Buta Yuk

Axioo Venge 2, di iklannya tertulis setara SLR, di aplikasi kameranya pun tulisnya bukan "Camera" App tapi "SLR Camera". Biasanya hal ini akan berbuntut pada pembullyan secara massal hahaha.
Mungkin kita harus tes secara blind, Anda coba pilih foto yang sudah diacak secara random, exif sudah dihilangkan. Lihat nanti seberapa mayoritas orang akan lebih memilih Axioo Venge 2 daripada kamera SLR sebenarnya.

Link voting: https://goo.gl/forms/8FF9FD8T3QjIPJBs2

Tak lupa kita lihat juga "SLR Camera" App bawaan Axioo Venge 2:

07 July 2017

Review Ponsel Axioo Venge 2, Axioo Pertama Dengan Sistem 2 Kamera

Berselang 2 tahun kemudian, Axioo seri Venge mendapat pembaruan segar. Namun kali ini entah dapat disebut pembaruan atau tidak, Anda yang akan menilai sendiri.
Prosesor: MTK MT6735P menjadi MT6737T, yes termasuk upgrade
RAM: 3 GB menjadi 2 GB, no termasuk downgrade
Storage: 16GB menjadi 16GB, sama
Display: 5" 720p menjadi 5.5" 1080p, upgrade
Titik sentuh: 5 titik menjadi 5 titik, sama
Infrared port: Ada jadi hilang, downgrade
Slot SIM/SD card: Dedicated micro SD + Dual SIM menjadi hybrid harus pilih dual sim atau single sim + micro SD, downgrade
Data: 4G di kedua slot menjadi 3G di kedua slot, downgrade (menu 4G tersembunyi, dibawah ada cara mengaktifkan 4G)
OS: Android Lollipop menjadi Marshmallow, upgrade

03 June 2017

Review Bluetooth Speaker Sonicgear Pandora Neon 300 Dice (2017), Lagu Yang Bisa Ditenteng

Bluetooth speaker, kini sudah bukan produk asing lagi, semua orang mungkin sudah memiliki. Nah sonicgear yang sudah fokus lama di bidang audio juga meluncurkan versi mereka yang kelihatannya fitur yang diberikan tidak kalah mungkin melebihi para pesaingnya.
Adalah Pandora Neon 300 Dice yang dilabel harga Rp 345rb mencoba merebut hati konsumen audio Indonesia.
Dengan desain retro ini dia kelebihan Bluetooth Speaker Sonicgear Pandora Neon 300 Dice (2017):
- Berkekuatan 5W, ini adalah ukuran paling minimal untuk speaker bluetooth saat ini, dibawah 5W kurang pantas dilirik karena tenaga maupun kejernihan suara akan terasa kurang.

02 June 2017

Review Gaming Keyboard Armaggeddon MKA-7C PsychEagle (2017), Keyboard Berpelangi Indah

Lagi trending saat ini adalah keyboard komputer dengan sistem mekanikal, seperti kembali ke masa lalu, rasanya seperti memakai mesin ketik :)
Tahun 2017, Armaggeddon meluncurkan keyboard terbaru mereka dengan nama Gaming Keyboard Armaggeddon MKA-7C PsychEagle (2017 Edition).
Saat pertama memegang keyboard ini yang paling diperhatikan adalah bobotnya, keyboard ini berat sekali, jelas keyboard ini berbahan logam, kemungkinan adalah aluminium. Bobotnya adalah 1157 gram alias 1 kilogram lebih.
Untuk lebih mengenal keyboard ini, mari kita kupas satu-satu kelebihannya:

01 June 2017

Review Mouse Armaggeddon NRO-5 STARSHIP III 2017 Edition, Flagshipnya Gaming Mouse

Rupanya mouse juga ada flagship, tentuya harga juga premium yaitu Rp369rb dan ini menggunakan kabel USB, bukan wireless. Nah jadi penasaran kenapa mouse dengan kabel harganya bisa segitu tinggi.
Ini dia Mouse terbaru keluaran Armaggeddon dengan seri NRO-5 2017 Edition Starship III. Dari namanya saja sudah seperti nama kapal induk. Ini kelas tertinggi dari mouse kabel dari Armaggeddon.
Apa saja yang membuat mouse ini unggul dibandingkan kompetitor, mari kita kupas satu per satu:
- 500 hingga 100000 CPI (Counts per inch) artinya mouse ini bergerak dari sangat pelan, hingga sangat cepat. Emang apa gunanya mouse bergerak lamban? Ternyata ini buat mereka yang senang bermain dengan game bergenre sniper. Nanti mouse Anda bisa bergerak pelan untuk mendapatkan headshot. Nah sudah tau kan rahasia pemain-pemain jago sniper, ternyata mereka menggunakan mouse canggih pula.

31 May 2017

Review Wireless Mouse Armaggeddon Mikoyan Foxbat-III Ironsight-7, Mouse Seperti Jet Tempur

Iya Anda tidak salah baca, Mouse Armaggeddon Mikoyan Foxbat-III Ironsight-7 adalah tipe mousenya, namanya panjang dan bak nama jet tempur pesawat :)
Inilah yang ingin ditanamkan oleh produsen Armaggeddon bahwa mereka serius dalam memproduksi gaming mouse bukan hanya dari desain tapi juga dari namanya saja sudah serasa sedang bermain game tempur.

Mouse dengan banderol harga Rp230rb ini akan menjadi pilihan para gamer yang mengidamkan mouse wireless tapi berfungsi maksimal.

Dengan koneksi nirkabel mouse ini menyimpan banyak kemampuan terpendam, dengan keunggulan-keunggulan sebagai berikut:
- Mouse wireless dengan dongle yang bekerja di frekwensi 2.4GHz, dengan dongle ini Anda bisa mengkoneksikan ke berbagai perangkat, bukan hanya laptop atau PC tapi juga ke ponsel/tablet Android maupun Android TV.

30 May 2017

Review Gaming Mouse X-Craft Twilight 2000, Bebaskan Anda Dari Boredom

Mungkin merk Alcatroz tidak terdengar cukup familiar karena Alcatroz adalah nama baru yang direbranding dari merk Power Logic. Nah kalau Powerlogic rasanya sudah cukup membumi di dunia perkomputeran di Indonesia. Namun kini Alcatroz menjadi nama baru mereka.

Dengan tetap mengedepankan harga vs fungsi, produk Alcatroz ini adalah produk dengan harga sangat terjangkau. Namun desain dan bahan yang digunakan tidak mencerminkan barang asal jadi, namun terasa seperti produk berkelas mungkin bisa saja disamakan dengan produk Xiaomi yang murah tapi barangnya bagus.

Untuk itu kita akan mereview produk Alcatroz kategori gaming mouse, sebuah mouse yang terlihat futuristik dengan lampu-lampu LED yang berubah warna secara bergantian namun tingkat

11 April 2017

Review Seagate FireCuda 3.5” 2TB SSHD Flash Accelerated Drive, Ketika SSD Masih Terlalu Mahal

Harga adalah bagian paling penting dalam menentukan sebuah keinginan mengupgrade komponen komputer dan semua user akan menghadapinya saat memilih komponen penyimpanan data.

Anda akan punya 3 pilihan (untuk home user) dalam memilih media penyimpanan:
1. HDD (Hard Disk Drive)
2. SSD (Solid State Drive)
3. SSHD (Solid State Hybrid Drive)

Apa bedanya? Kecepatan dan harga adalah bedanya, mari kita lihat harganya:
1. HDD 2TB Rp999.000 artinya Rp500/GB
2. SSD 2TB Rp8.370.000 artinya Rp4185/GB
3. SSHD 2TB Rp1.690.000 artinya Rp845/GB

18 March 2017

Mengganti RAM 4GB Menjadi 8GB, Apa Yang Akan Terjadi?

Ketika mengganti RAM laptop/PC ke kapasitas lebih besar tentu saja kita mengharapkan adanya peningkatan tapi apakah peningkatannya ini benar-benar meningkatkan performa ataukah hanya teori saja? Oleh karena itu, kini kita akan menguji dengan kemampuan laptop yang ditambah RAMnya dengan berbagai kondisi.

Laptop yang digunakan adalah:
Axioo Aerobook Core i5 dengan spesifikasi seperti gambar dibawah