30 July 2016

Review Remax Fantasyland 3D VR Box + Controller, Memasuki Dunia Lain

Google cardboard menjadi pelopor pertama yang mengubah ponsel ke dalam dunia Virtual Reality (VR). Tapi Google cardboard hanyalah sebuah kotak kardus yang dilipat-lipat yang ditambahkan lensa untuk menjadi kacamata VR. Pakai dua kali kardus langsung berminyak atau basah, terutama jika Anda yang mempunyai kulit berminyak. Belum lagi Google cardboard tidak mempunyai strap artinya tangan Anda akan capek meski hanya pakai beberapa menit.
Gak butuh lama, pihak ketiga membuat kotak VR serupa namun hasilnya juga masih amburadul karena desainnya yang payah terutama cara memasukkan ponsel, tidak sedikit pula VR Box yang malah menyakiti kepala pemakainya karena masalah strap dan berat yang tidak seimbang. Belum lagi lensanya yang tidak nyaman atau tidak pas dengan mata.

Setelah beberapa waktu akhirnya kulihat sebuah merk yang terkenal murah tapi produknya sangat bagus, yaitu Remax. Saya sudah pernah pakai kabel USB Remax yang menurutku desainnya sangat bagus tapi harganya terlalu murah. Begitu melihat VR Box juga dimiliki oleh Remax, tak ragu aku memesannya.
Benar, ini VR Box yang tergolong wearable dan nyaman. Ada beberapa kelemahan tapi mari kita lihat keunggulannya:
- Bahan plastik yang sebetulnya tidak ringan-ringan banget tapi menariknya tetap nyaman dipakai, ini berkat strap 3 tali yang melingkar di kanan, kiri dan atas kepala. 3 strap ini disatukan pada band yang lentur, nah ini yang membuat dan menjamin kepala tidak sakit saat memakainya.
- Lensa dengan tombol pengaturan, Remax mengerti tiap orang mempunyai jarak mata yang berbeda-beda, disinilah fungsi penting dari pengaturan lensa. Lensa bisa diatur dengan 2 buah mekanikal pengatur axis, empat arah bisa diatur yaitu ke depan, ke belakang, ke kiri dan ke kanan. Masing-masing mata ada pengaturan ini. Ini sangat memantu, setelah pengaturan yang pas, maka display VR langsung fokus dan enak dilihat. Very good job Remax!
- Lensa yang berkualitas, percobaan VR menggunakan ponsel yang masih 720p tapi hasilnya jelas dan terang. Menurut Remax jenisnya 8 nano multilayer dan laser cutting yang dipolish hingga 5x secara robotik.
- Aspehrical lens, lensa yang digunakan mencegah terjadinya bayangan yang tidak perlu. Sehingga saat Anda melirik ke bagian sudut pun, layar tetap terlihat dengan baik dan tajam. Remax mengklaim lensa ini dibuat oleh Jepang
- Anti dust lens, lensa telah disemprotkan lapisan pelindung yaitu Musashi untuk mencegah menempelnya kotoran pada lensa
- Selain strap yang nyaman, VR Box yang menempel pada bagian wajah juga dilapisi bantalan lembut, busa yang dipadukan kulit sintetik sehingga pemakaian waktu lama tidak membuat wajah jadi panas.
- Ponsel yang didukung adalah ponsel dari ukuran 4.7" hingga 6". Saat pengujian saya gunakan ponsel dengan layar 5.5" dan pas dan tidak geser-geser.
- Yang menarik adalah cara memasukkan ponsel ke VR Box, Remax menggunakan teknologi sliding sehingga untuk memasukkan atau mengeluarkan ponsel Anda tidak perlu membongkar VR Box seperti Google Cardboard, cukup dislide in dan slide out, ada klip penahannya yang mencegah ponsel terslip sendiri saat menggunakannya.
- Lubang di kedua sisi, ini berfungsi untuk memasukkan kabel earphone dan kabel USB jika Anda ingin mengechargenya.
- Ada slide untuk kamera, nah berbeda dengan VR Box kebanyakan, Remax VR mempunyai slot buka tutup pada kamera, ada game yang membutuhkan akses kamera, bisa tetap Anda gunakan tinggal geser aja penutup kameranya.

Bagaimana dengan kelemahannya?
- Remax mengklaim bisa digunakan meskipun menggunakan kacamata, ini tidak benar, kacamata saya yang model sport, tidak bisa masuk, untungnya meski tanpa kacamata, layar tetap fokus, berkat teknologi pengaturan posisi lensa, cukup dekatkan atau jauhkan lensa hingga gambar fokus
- Penjepitan ponsel pertama kali selalu tertekan tombol power tapi untungnya tidak permanen sehingga saat dijepit Anda cukup tekan tombol back dan VR Box siap dipakai.

Bagian kedua adalah VR controllernya, patut diingat ini bukanlah produk sepaket, belinya terpisah sendiri-sendiri. Masalah VR Box adalah saat pemilihan menu yang sulit, nah itulah fungsi controller ini. Saat terpairing dengan ponsel melalui koneksi bluetooth, maka seketika ponsel Anda (yang Android) akan mengeluarkan sebuah pointer mouse berwarna hitam. Ini yang akan sangat membantu saat menggunakan VR Box, seperti contoh saat menggunakan aplikasi Google Streetview, Anda tinggal arahkan pandangan kedepan atau belakang lalu klik ok pada controller maka Google Streetview akan bergerak kedepan. Bayangkan tanpa controller ini, Anda akan stuck di satu posisi saja tanpa bisa gerak-gerak :)
Controller ini menggunakan baterai AAA (yang umum seperti pada remote AC). Bukan hanya tombol oke tapi juga ada 9 tombol lainnya. Termasuk tombol volume juga ada. Jadi sangat direkomendasikan untuk membeli controller ini saat membeli VR Box.

Dan berikut foto-foto Remax VR Box:
Kotak VR plus controller

Kotak VR

Kotak VR

Kotak VR

Kotak VR

Kotak VR

Kotak controller

Unboxing

Keseluruhan paket

VR box plus controller

Remax tampak atas

Remax tampak atas

Strap bisa dilepas

Penahan strap lentur

Pengatur posisi lensa 4 arah

Bantalan busa yang empuk

Remax tampak samping

Remax tampak samping

Remax tampak bawah

Remax tampak depan

Bagian slide

Bagian slide

Penjepit ponsel

Masukkan ponsel dalam penjepit

Masukkan kembali ke Remax dengan cara slide in

Tinggal dipasangkan ke kepala

Bagian kamera bisa dibuka tutup

Bagian kamera

Kabel earphone bisa dipasang meski ponsel didalam Remax

Lobang untuk kabel earphone

Lobang untuk charge USB

Kabel USB juga bisa dipasang

Controller tampak atas

Controller tampak samping, ada pilihan android atau iOS

Controller tampak samping

Controller tampak bawah

Tombol controller tembak

Enak dalam genggaman

Menggunakan 2 baterai AAA

Pairing dengan ponsel

Connecting

Connected

Pointer mouse langsung nongol

Bisa atur volume

Bisa atur volume

Instal aplikasi VR jangan lupa

Pasang di kepala

Pasang di kepala

Pasang di kepala

Pasang di kepala


Kesimpulan:
Jujur kata, VR menarik tapi aplikasi atau gamenya tidak menarik. VR untuk saat ini lebih cocok untuk viewer, misalnya explore foto/video atau tour. Untuk main game rasanya tidak menarik karena cara pengendaliannya tidak natural, mungkin harapannya seperti Hololens :)
Tapi ada satu game yang menurut saya sangat menarik dimainkan yaitu Space Rustlers, sebuah game VR yang bercerita Anda adalah seekor sapi yang akan menyelamatkan bumi dengan mengendarai pesawat terbang kuno dengan menembaki piring terbang UFO yang datang dari segala penjuru. Ini dia game yang benar-benar layak disandingkan dengan VR Box, Anda akan berasa seperti di dalamnya, memasuki dunia lain, di angkasa, beradu pertarungan melawan pesawat alien. Space Rustlers juga tidak membutuhkan controller jadi benar-benar freehand. Oya game ini juga free.

Spesifikasi:
http://iremax.id/product-detail/200/remax-vr-fantasy-land-glass-rt-v01

My other posts:
http://mantoegaul.blogspot.com/p/all-contents.html


12 comments:

  1. dahon unonya masih ada bos?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa kirimin foto2nya ke sanjayatony@gmail.com, sekalian harganya

      Delete
  2. gan cara pindah mode di remotenya gmna? sya cmna mode music/vid aja nih. gk mncul kursos mousenya. thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikuti cara ini utk mouse: http://www.mantugaul.com/2016/07/review-remax-fantasyland-3d-vr-box-controller-memasuki-dunia-lain.html

      Delete
    2. maap gan, cara yang mana yah? saya kurang nyimak mungkin. hehe

      Delete
    3. balik lagi ke blog in gan. ngak ada penjelesan detil mengenai remotenya. di agan pertama nyalain langsung mncul mode mouse yah? thx gan

      Delete
    4. Tinggal pairing & play

      Delete