11 April 2017

Review Seagate FireCuda 3.5” 2TB SSHD Flash Accelerated Drive, Ketika SSD Masih Terlalu Mahal

Harga adalah bagian paling penting dalam menentukan sebuah keinginan mengupgrade komponen komputer dan semua user akan menghadapinya saat memilih komponen penyimpanan data.

Anda akan punya 3 pilihan (untuk home user) dalam memilih media penyimpanan:
1. HDD (Hard Disk Drive)
2. SSD (Solid State Drive)
3. SSHD (Solid State Hybrid Drive)

Apa bedanya? Kecepatan dan harga adalah bedanya, mari kita lihat harganya:
1. HDD 2TB Rp999.000 artinya Rp500/GB
2. SSD 2TB Rp8.370.000 artinya Rp4185/GB
3. SSHD 2TB Rp1.690.000 artinya Rp845/GB


Sehingga terlihat bahwa SSHD lebih mahal 60% dibanding HDD, dengan demikian secara teori jika SSHD bisa lebih cepat 60% maka SSHD lebih layak dipakai daripada HDD. Mampukah SSHD mengalahkan HDD dalam tes dibawah ini?

Kali ini kita akan mereview sebuah media penyimpanan berjenis SSHD dengan merk dari Seagate tipe Firecuda Flash Accelerated Drive dengan ukuran penyimpanan 2TB (terabytes), seharusnya ini sudah cukup untuk kebutuhan normal pemakaian. Namun dikarenakan ukuran fisik SSHD ini adalah 3.5" sehingga saya tidak bisa mengujinya sebagai internal drive untuk sistem operasi disebabkan saya hanya memiliki laptop. Kali ini SSHD 3.5" akan kita gunakan sebagai external drive sebagai penyimpanan.

Mungkin Anda bertanya, apa sih yang membedakan HDD dan SSHD? SSHD pada dasarnya adalah sebuah HDD konvensional model lama masih menggunakan piring mekanikal, namun ditambahkan sebuah memory bernama NAND, tugas NAND ini akan bertindak seperti RAM pada komputer. NAND ini bervariatif ukuran penyimpanannya dan untuk tipe Firecuda NAND yang diberikan adalah 8GB besarnya, disini apakah user akan mendapatkan 2 partisi 8GB plus 2TB penyimpanan? Ternyata tidak, SSHD meskipun secara fisik terpisah antara HDD dan NAND, tapi mereka adalah satu kesatuan yang diatur oleh firmware yang terdapat di SSHD itu sendiri, Seagate menamakan teknologi firmware ini Adaptive Memory. Dan user tidak dapat mengatur apapun terhadap misal ingin mengakses NAND saja, tidak bisa. Lalu apa yang akan menentukan sebuah file disimpan dalam NAND atau tidak? Jawabannya adalah kebiasaan user mengakses sebuah file, jika si user semakin sering mengakses file tertentu, si firmware tadi akan otomatis meletakkan file yang sering dipakai tersebut di dalam NAND. Hal ini akan mengurangi beban kerja dalam bagian HDD. Menarik kan?

Jika Anda pengguna XBOX one dan PS4, Firecuda ini adalah jawaban buat mereka yang ingin mencari HDD besar tapi kecepatan tidak selelet HDD konvensional. Dengan kapasitas hingga 2TB, hapus game lama untuk instal game baru sudah tak jaman lagi, tetap simpan berbagai game tapi speed tetap terjaga. Tidak heran kalangan gamer senang menggunakan Firecuda sebagai pilihan media penyimpanan.

Mari kita lihat dahulu gambarnya:
Harga Seagate Firecuda

Unboxing

Seagate Firecuda 2TB 3.5"

Tampak bawah

Tampak samping

Tampak samping

Tampak depan

Tampak belakang

Dengan konektor SATA

Langkah awal adalah mengalokasi Firecuda dahulu, masuk ke Disk Management

Pilih New Simple Volume

Pilih maximum size

Pilih kode drive

Beri nama jika diinginkan

Klik Finish

Firecuda sudah terbaca dengan baik di File Manager

Pengujian dan benchmark:

Pengujian akan melawan HDD HGST 500GB

HDD pembanding: HGST 500GB 2.5"

Pengujian akan dibantu dengan docking Orico

Pengujian akan dibantu dengan docking Orico

Kiri: Informasi HDD lain vs Firecuda (Crystal Disk Info)

Hasil benchmark Crystalmark, Firecuda menang kisaran 22% hingga 388% lebih baik

Hasil benchmark dengan HD Tune Pro, Firecuda menang hingga 3156%

Informasi HDD lain vs Firecuda dengan software HD Tune Pro

AS SSD Benchmark, Firecuda menang dari 31% hingga 138%

Copy file 11660 items sebesar 2.74GB, Firecuda menang 20% lebih cepat

Pengujian me-resize seribu foto dengan software FastStone, Firecuda menang 13% lebih singkat waktunya


Kesimpulan:

Sebagaimana yang kita bahas diatas bahwa jika saja Firecuda bisa mendapatkan hasil 60% lebih cepat maka bisa dimasukkan dalam kategori layak untuk dibeli. Namun hasil benchmark yang ditunjukkan lebih mengejutkan karena bisa mencapai dari kisaran 22% hingga 3156%. Luar biasa performa yang dihasilkan Firecuda, padahal NAND flash memory yang diberikan hanya 8GB ternyata bisa memberikan hasil sangat signifikan.
Sementara untuk pengujian real world condition dimana dilakukan resize foto sebanyak seribu foto dengan software FastStone, Firecuda juga menonjol performanya hingga 13% lebih cepat. Dan salin file 20% lebih cepat.
Tidak heran Firecuda cukup terkenal di kalangan gamer, harga jika kita lihat HDD vs SSD, SSD lebih mahal 6x lipat sementara HDD vs SSHD, SSHD lebih mahal 0.6x lipat. Jadi bukanlah sebuah kendala berarti untuk mendongkrak kinerja terhadap harga 0.6x lebih mahal, dibandingkan harus mengeluarkan uang 6x lebih banyak untuk mendapatkan sebuah SSD.
Akhir kata, HDD sudah bisa ditinggalkan, dengan kehadiran SSHD maka SSHD Firecuda adalah salah satu pilihan sepadan terhadap perbandingan harga dan kinerja, good job Seagate.

Update setelah pemakaian sebulan ada yang menarik, bisa dilihat sebagai faktor positif & negatif, yaitu HDD Firecuda ini mempunyai saving power mode terpisah dari management windows. Bila tidak digunakan selama beberapa lama misal 15 menit, Firecuda akan idle, berhenti sendiri, HDD akan sunyi, padahal di windows sudah diatur usb power always on. Dan ketika ingin digunakan kembali maka dibutuhkan sekitar 5 detik untuk HDD jalan kembali seperti normal, nah ini bisa dianggap negatif karena HDD membutuhkan waktu akses bangun namun dari sisi positifnya Firecuda bisa lebih awet dan tahan lama karena HDD akan tidur jika tidak digunakan. Hal ini akan terjadi jika Firecuda digunakan sebagai penyimpan external, saya gunakan docking Orico dan Firecuda menjadi drive D untuk simpan data/foto dll.


Spesifikasi:
http://www.seagate.com/id/id/internal-hard-drives/hdd/firecuda/

My other posts:
http://mantoegaul.blogspot.com/p/all-contents.html

4 comments:

  1. Apakah klik kanan masih ada jeda atau ikut hilang dengan menggunakan SSHD ini mas ?

    ReplyDelete
  2. kenapa lawan nya hdd 2,5ich yang secara speed 5400RPM ??
    ya jelas jauh berbeda donk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hdd 2.5" hanya digunakan sebagai pembanding ... agar pembaca bisa membayangkan saja soal kecepatan, jika dirasa ingin diseimbangkan bisa dikalikan saja dengan multiplier 1.33x meski angka ini terlalu variable di real test...

      Delete